Apa bedanya sunscreen dan sunblock

Tahukah Moms apa perbedaan sunblock dan sunscreen?

Keduanya pada dasarnya punya fungsi yang sama yakni melindungi kulit dari jahatnya sinar matahari.

Matahari memancarkan sinar ultraviolet (UV) yang memberi dampak dan menyebabkan kerusakan kulit.

Sinar UV terbagi menjadi dua, yaitu UVA dan UVB.

Sinar UVA adalah panjang gelombang dari matahari yang dapat menembus jauh ke dalam kulit dan menciptakan efek jangka panjang.

Efek samping yang sering dialami antara lain seperti munculnya kerutan, bintik-bintik kulit, dan kanker kulit.

Lain halnya dengan Sinar UVB yang jika menyentuh permukaan kulit maka akan menyebabkan kulit terbakar jika terpapar dalam waktu yang lama.

Untuk itulah sunblock dan sunscreen diciptakan.

Namun, meski punya manfaat yang serupa, tetap ada bedanya, lho Moms!

Penasaran apa saja perbedaan sunblock dan sunscreen?

Baca Juga: Apa Risiko Memakai Sunscreen yang Sudah Kedaluwarsa?

Perbedaan Sunblock dan Sunscreen

Foto: sunscreen sunblock

Foto: Orami Photo Stock

Yuk, simak ulasan lebih jelas tentang perbedaan sunblock dan sunscreen berikut ini, Moms!

1. Cara Kerja

Perbedaan sunblock dan sunscreen yang paling utama terletak pada bagaimana kedua produk tersebut bekerja ketika melindungi kulit dari sinar UV yang berbahaya.

Dinamakan sunblock karena memiliki arti secara harfiah dapat menghalangi sinar UV dengan membentuk perisai fisik. Sementara sunscreen menyerap sinar matahari, lalu mencegahnya agar tidak masuk ke lapisan kulit.

Sunscreen terbagi menjadi dua jenis, yaitu sunscreen physical dan sunscreen chemical.

Sedangkan sunblock hanya memiliki satu jenis saja, yaitu physical.

Masing-masing jenis tabir surya tersebut memiliki ciri khas.

Umumnya, sunblock yang physical ditandai dengan adanya white cast, yang membuat warna kulit akan tampak putih namun kelihatan tidak alami, atau keabu-abuan.

Pemakaian sunblock tidak perlu daplikasikan berkali-kali meski setelah beberapa jam memakainya, sebab tabir surya jenis ini memiliki jangka waktu yang lama dalam melindungi kulit.

Sunblock bekerja dengan menghalang sinar matahari yang dapat merusak kulit dengan memantulkannya dari kulit.

Ini merupakan perlindungan terhadap matahari yang tepat ketika berada di luar ruangan dengan cuaca yang terik.

Lain halnya dengan sunscreen chemical, yang bekerja dengan menyerap sinar UV.

Ketika diaplikasikan ke kulit, ia tidak menimbulkan white cast, sehingga kulit tampak alami layaknya tidak menggunakan tabir surya.

Berdasarkan penelitian yang diterbitkan di The Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, dijelaskan bahwa ketika menggunakan sunscreen chemical, penting agar mengaplikasikannya setiap 2 jam sekali.

Hal tersebut dilakukan sebab jika tidak mengaplikasikan sunscreen chemical secara berulang, maka akan membuat kulit kehilangan perlindungannya terhadap sengatan sinar UV.

Jenis tabir surya ini biasanya akan cepat hilang proteksinya saat tubuh berkeringat, mandi, dan berenang.

Baca Juga: Aturan Penggunaan Sunscreen pada Anak, Jangan Disepelekan!

2. Kandungan

Sunscreen mengandung berbagai bahan kimia yang melindungi kulit dari sinar UV berbahaya dengan menyerapnya dan mencegahnya menembus ke dalam kulit.

Avobenzone dan oxybenzone adalah dua bahan aktif yang sering ditemukan dalam sunscreen.

Sunscreen juga memiliki kandungan asam para-aminobenzoat atau PABA.

Moms yang memiliki alergi atau sensitif terhadap bahan kimia tersebut, sebaiknya menghindari penggunaan sunscreen dan memilih sunblock sebagai gantinya.

Bagi Moms yang tidak menyukai adanya wewangian dalam tabir surya, penting agar memeriksa label pada produk sunscreen.

Sebab beberapa produk dapat memiliki kandungan tersebut.

Selain itu, beberapa sunscreen juga memiliki sifat yang dapat mengusir serangga secara alami yang ada dalam kandungannya.

Karena sunscreen perlu diaplikasikan secara berulang, maka penggunaan tabir surya yang mengandung bahan pengusir serangga sebaiknya dihindari.

Karena dapat memiliki risiko menimbulkan masalah lain.

Baca Juga: STOP! Jangan Oleskan Tabir Surya pada Bayi, Ini Alasannya!

Pada sunblock, Zinc oxide dan titanium oxide merupakan dua bahan aktif yang umum ada pada kandungan sunblock.

Karena kehadiran kedua bahan tersebut, sunblock memiliki konsistensi yang lebih kental.

Kebanyakan orang dengan kulit yang sensitif lebih memilih menggunakan sunblock dibandingkan sunscreen.

Hal tersebut dikarenakan zinc oxide dan titanium oxide dalam sunblock memiliki risiko yang lebih rendah dalam mengiritasi kulit dibandindingkan sunscreen.

Karena memiliki konsistensi yang kental, tabir surya ini butuh usaha ekstra dalam mengaplikasikannya secara merata ke seluruh kulit.

Terkadang juga white cast yang timbul saat penggunaan juga mengganggu sebagian orang.

Meskipun begitu, beberapa produk sunblock saat ini telah memiliki formulasi yang lebih baik sehingga saat pemakaian tidak menimbulkan white cast.

Selain itu, saat ini juga terdapat banyak jenis tabir surya yang menggabungkan kandungan sunblock dan sunscreen sebagai perlindungan kulit.

Maka dari itu, penting bagi Moms yang memiliki kulit sensitif agar memperhatikan kandungannya ketika membeli prorduk tabir surya.

3. Kecepatan dalam Melindungi Kulit

Perbedaan sunblock dan sunscreen selanjutnya adalah, kecepatan keduanya dalam melindungi kulit.

Pada tabir surya jenis sunblock, tidak memerlukan waktu lama untuk produk langsung bekerja setelah selesai mengaplikasikan tabir surya ke kulit.

Sebab pada saat itu juga kulit telah terlindungi dan terhalangi dari sinar matahari tanpa menunggunya meresap.

Lain halnya dengan sunscreen yang memerlukan waktu hampir 30 menit untuk bekerja setelah pengaplikasian produk.

Baca Juga: 5 Tips Memilih Sunblock Wajah untuk Anak dan Cara Menggunakannya, Jangan Sampai Salah!

Pentingnya Memilih Tabir Surya Sesuai Jenis Kulit

Foto: perbedaan sunscreen dan sunblock-1

Foto: Orami Photo Stock

Meskipun ada beberapa perbedaan dan sunblock dan sunscreen, tabir surya harus digunakan setiap hari, terutama bila Moms sering beraktivitas di luar ruangan.

Tidak hanya di luar ruangan, Moms yang punya kegiatan di dalam ruangan pun harus tetap memakai tabir surya lho, karena sinar matahari dapat menembus melalui jendela rumah.

Tabir surya hadir dalam berbagai tekstur dan bentuk, yakni gel, krim, stik, dan spray, bahkan baru-baru ini juga muncul tabir surya yang berbentuk bedak tabur.

Tabir surya jenis krim dan stik cocok bagi kulit kering.

Sementara tabir surya dengan tekstur gel dan spray cocok untuk kulit yang berminyak.

Jadi, pilihan jenis sunblock dan sunscreen tergantung berdasarkan tipe dan kondisi kulit Moms dan keluarga.

Jika digunakan dengan benar sesuai kondisi kulit, efek samping tabir surya tidak akan mengganggu dan masih dalam batas ringan.

Karena itu, selain mengetahui perbedaan sunblock dan sunscreen, penting untuk memilih produk yang tepat untuk jenis kulit Moms, terutama jika memiliki kulit sensitif.

Dalam jurnal Institute for Quality and Efficiency in Health Care disebutkan bahwa, faktor terbesar seseorang memiliki kulit acne prone (rentan berjerawat), yaitu hormon.

Hormon dapat menyebabkan produksi kelenjar minyak yang berlebih.

Karena itu, dalam memilih sunblock atau sunscreen bagi kulit berjerawat, Moms perlu melihat kandungannya dan pastikan produknya tidak menyumbat pori-pori kulit.

Baca Juga: 8 Manfaat Sunblock Bagi Kesehatan Kulit

Manfaat Sunblock dan Sunscreen

Foto: sunscreen sunblock

Foto: Orami Photo Stock

Kulit merupakan bagian terbesar yang ada pada tubuh, dan berperan penting dalam melindungi tubuh dari berbagai serangan negatif dari lingkungan.

Meskipun kulit dapat melindungi tubuh dari sinar matahari, namun kulit juga membutuhkan perlindungan dan perawatan agar dapat tetap sehat.

Sebab, jika kulit tidak memiliki perlindungan, maka kulit akan rentan berjerawat, timbul garis halus, hingga dapat menyebabkan kanker kulit.

Selain karena sering terpapar sinar matahari, masalah kulit juga dapat disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat.

Untuk itu, melakukan perawatan dan perlindungan kulit dengan menggunakan tabir surya sangatlah penting.

Meskipun tabir surya hadir dalam jenis yang berbeda, namun dapat memberi manfaat yang sama terhadap kulit.

Adapun manfaatnya, meliputi:

  • Mengurangi tanda-tanda penuaan.
  • Mengurangi noda kulit yang disebabkan oleh sinar matahari.
  • Melindungi kulit dari sengatan matahari.
  • Terhindari dari risiko pembuluh darah pecah.
  • Menurunkan risiko mengalami kanker kulit.
  • Menyeimbangkan warna kulit.

Baca Juga: Agar Hasilnya Efektif, Begini Cara Pemakaian Sunblock Sesuai Tingkat SPF

Meskipun tabir surya dapat memberi sejumlah manfaat yang sangat baik untuk kulit, namun penggunaan tabir surya juga dapat menimbulkan efek negatif.

Efek samping dari sunblock dan sunscreen dapat dipicu oleh beberapa bahan yang ada dalam kandungannya, sehingga seringkali terjadi iritasi dan kemerahan.

Beberapa bahan dalam tabir surya tersebut juga dapat membuat kulit menjadi sensitif.

Jika hal tersebut terjadi, melakukan konsultasi dengan dokter kulit sangat dianjurkan untuk menemukan tabir surya dengan kandungan yang cocok untuk kulit.

Meskipun jarang terjadi, berikut beberapa efek samping menggunakan sunblock dan sunscreen, meliputi:

  • Jerawat
  • Rasa gatal pada kulit
  • Terjadi pembengkakan dan ruam merah pada kulit
  • Munculnya nanah di folikel rambut

Baca Juga: 11 Cara Menggunakan Sunscreen Anti Lengket, Catat Moms!

Tips Memilih Tabir Surya yang Tepat

Foto: sunscreen sunblock

Foto: Orami Photo Stock

Moms yang sedang memilih tabir surya, yuk simak beberapa tips memilih tabir surya yang tepat, yaitu:

  • Tabir surya yang dapat melindungi dari sinar UVA dan UVB.
  • Tanpa pengharum tambahan.
  • Tidak menyumbat pori-pori yang memicu pertumbuhan jerawat.
  • Bahan bebas minyak.
  • Tidak mengandung paraben.
  • Memiliki SPF minimal 30 atau lebih.

Tips Tambahan Agar Telindungi dari Efek Buruk Sinar Matahari

Foto: sunglasses 1

Foto: Orami Photo Stock

Selain rutin melakukan perawatan dan perlindungan kulit menggunakan produk kecantikan, Moms juga perlu menerapkan hal-hal berikut ini agar tetap terlindungi dari dampak sinar matahari, yaitu:

  • Menggunakan kacamata hitam saat melakukan aktivitas di luar rumah saat matahari sedang terik.
  • Mengenakan topi.
  • Mengetahui kandungan SPF dalam tabir surya yang cocok dengan kulit.
  • Tetap menggunakan tabir surya dan produk perawatan kulit lainnya meski cuaca hujan dan mendung.

Baca Juga: Maksimalkan Tabir Surya Bayi Dengan 3 Cara Ini

Nah, itulah perbedaan sunblock dan sunscreen yang bisa jadi belum Moms ketahui.

Agar tidak mengalami masalah kulit, jangan sampai terlewat menggunakan sunblock dan sunscreen saat hendak beraktivitas ya Moms!

Lebih bagus sunblock apa sunscreen?

Dan jika dibandingkan sunsreen, sunblock lebih efektif dalam memberikan perlindungan terhadap UVA dan UVB, jenis radiasi yang menyebabkan luka bakar dan kanker kulit. Di dalam sunblock, biasanya terdapat zinc oxide atau iron oxide, titanium oxide sebagai bahan utamanya.

Apakah sunblock bisa dipakai di wajah?

Sunblock merupakan produk skincare terbaik yang dapat melindungi kulitmu dari sinar UV. Baik ketika di dalam maupun di luar ruangan, kamu perlu menggunakan sunblock yang bagus agar kesehatan kulitmu terjaga, ya. Sunblock wajib digunakan setiap hari, baik di wajah maupun di badan.

Sunblock itu artinya apa?

Sunblock adalah tabir surya yang dapat menghalau dan memantulkan sinar matahari dari kulit.

Sunblock bisa dipakai dimana saja?

Biasanya sunscreen hanya dipakai pada wajah, tangan, dan kaki. Sebaiknya gunakan juga sunscreen di area belakang telinga, leher, maupun belakang leher. Daerah tersebut juga rentan terpapar sinar matahari langsung meskipun letaknya berada di area tersembunyi.