Mengapa epos Mahabharata sangat dikagumi oleh semua orang

Lebih dari itu, banyak pelajaran berharga yang bisa dipetik. Tentang nilai-nilai kejujuran, persaudaraan, membela kebenaran dan kemaafan. Dalam konteks yang lebih luas, Mahabharata seakan mengingatkan tidak ada manusia yang sempurna hidup di dunia. Mereka yang berbudi luhur pun memiliki kelemahan, ketidakberdayaan.

Apa isi dari kitab Mahabharata?

Isinya menceritakan tentang perang antara Pandawa dan Kurawa dalam memperebutkan takhta Hastinapura. Kitab Mahabharata disusun oleh Vyasa Krisna Dwipayana di India pada sekitar 400 SM. Kisah yang semula ditulis dalam bahasa Sanskerta ini kemudian disalin dalam berbagai bahasa.

Berapa jumlah Parwa dalam Mahabharata?

Astadasaparwa (Dewanagari: अष्टदशपर्व;IAST: Aṣṭadaśaparva) adalah nama bagi delapan belas parwa Mahabharata, sebuah naskah wiracarita Hindu dari India. Hampir setiap kitab memiliki subparwa atau pembagian suatu parwa; beberapa kitab yang pendek, seperti Prasthanikaparwa dan Swargarohanaparwa tidak memiliki subparwa.

Mengapa epos Mahabharata sangat dikagumi oleh semua orang?

“Kisahnya yang indah dan mudah dipahami menjadikan Mahabharata sangat digemari masyarakat dan menghasilkan inspirasi dalam berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, kemasyara katan, hukum, etika, hingga karya sastra dan seni rupa,” katanya, dalam Seminar “Ma habharata: Epos Kepahlawanan Sepanjang Zaman” yang menjadi …

Apa arti dari kata Iti ha asa Itihasa?

Itihāsa adalah suatu bagian dari kesusastraan Hindu yang menceritakan kisah-kisah epik/kepahlawanan para Raja dan ksatria Hindu pada masa lampau dan dibumbui oleh filsafat agama, mitologi, dan makhluk supernatural. Itihāsa berarti “kejadian yang nyata”.

Kapan kisah Mahabharata terjadi?

Sebagian besar naskah Mahabharata kemungkinan disusun pada abad ke-3 sebelum Masehi hingga abad ke-3 Masehi, dan bagian tertua yang dilestarikan disusun tidak sampai 400 SM. Peristiwa asli yang berhubungan dengan wiracarita tersebut kemungkinan terjadi antara abad ke-9 hingga ke-8 SM.

Apa yang dimaksud Parwa?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata parwa adalah bagian dari buku kesusastraan jawa kuno, misalnya adiparwa dan wirataparwa merupakan bagian dari buku mahabharata.

Apa yang kamu ketahui tentang epos Mahabharata?

Jawaban: Mahabharata (bahasa Sanskerta: महाभारतम्, Mahābhāratam) adalah salah satu dari dua wiracarita besar India Kuno yang ditulis dalam bahasa Sanskerta, yang satunya lagi adalah Ramayana. Mahabharata menceritakan kisah perang antara Pandawa dan Korawa (Kurawa) memperebutkan takhta Hastinapura.

Apa yang dimaksud dengan cerita epos?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), Epos adalah cerita kepahlawanan, atau syair panjang yang menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan, yang disebut juga Wiracarita. Wiracarita atau Epos, adalah sejenis karya sastra tradisional yang menceritakan kisah kepahlawanan.

Siapa yang kalah dalam perang Baratayuda?

Semar flash back bagaimana Prabu Kresna menenangkan para Pandawa pasca perang Baratayuda. Kocap kacarito. Secara lahiriah Pandawa memenangkan perang Baratayuda. Tetapi kalau dilihat secara kebatinan, keduanya Pandawa dan Kurawa sama-sama kalah.

Nilai nilai moral dalam cerita Mahabharata

Upaya penerapan nilai-nilai moral dalam cerita Mahabharata dapat dilakukan pada kehidupan keluarga sebagai pendidikan yang pertama untuk kemudian berkembang dalam kehidupan bermasyarakat. Mengingat pentingnya penanaman nilai nilai moral yang terkandung dalam cerita Mahabharata, maka agama Hindu memberikan jalan yang terbaik sebagai upaya untuk menerapkan pendidikan karakter dalam kehidupan sehari-hari

Berikut ini adalah beberapa nilai moral dalam cerita Mahabharata yaitu:

1. Kejujuran. Penanaman nilai kejujuran yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah dengan: *. Berlaku jujur, tidak membohongi, tidak menipu atau mencuri. *. Jadilah terpercaya dalam perkataan dan perbuatan. *. Memiliki keberanian untuk melakukan hal yang benar. *. Setia berpihak kepada keluarga, teman dan negara.

2. Rasa Hormat.

Penanaman nilai rasa hormat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah: *. Memperlakukan orang lain dengan hormat. *. Memiliki rasa toleransi atas berbagai perbedaan. *. Menggunakan bahasa yang santun. *. Menjaga dan memperhatikan perasaan orang lain. *. Menjaga kedamaian dan menghindari rasa marah.

3. Tanggung Jawab.

Penanaman nilai rasa hormat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah: *. Melakukan sesuatu yang sudah menjadi tugasnya. *. Menunjukkan sikap ketekunan, kerajinan dan terus berusaha. *. Disiplin dan mengontrol diri dalam keadaan apapun. *. Selalu berpikir sebelum bertindak.

*. Mempertimbangkan konsekuensi dari perbuatan yang kita lakukan.

4. Keadilan. Penanaman nilai rasa hormat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah: *. Melakukan tindakan sesuai aturan. *. Berkeinginan untuk membagi dan mengambil peran secara bergiliran. *. Selalu berpikir terbuka dan mendengarkan orang lain. *. Menghindari dan menjauhkan diri dari upaya mengambil keuntungan orang lain.

*. Tidak menyalahkan orang sembarangan.

5. Kepedulian. Penanaman nilai rasa hormat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah: *. Berupaya untuk menjaga kebaikan bersama orang lain. *. Memiliki jiwa yang penuh kasih sayang peduli. *. Memberikan maaf dan memaafkan orang lain.

*. Membantu orang lain yang membutuhkan. 

6. Nasionalisme. Penanaman nilai rasa hormat yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah: *. Berbagilah untuk membuat sekolah dan masyarakat menjadi semakin baik. *. Bekerja sama dan berkolaborasi. *. Memberikan hak suara ketika dalam pemilihan umum. *. Mematuhi peraturan hukum.

*. Menjaga dan memelihara lingkungan.

Demikianlah nilai nilai moral dalam cerita Mahabharata, semoga bermanfaat bagi kita semua.

Newer Posts Older Posts

Nilai-Nilai Dalam Kisah Mahabharata

Nilai Dharma / Kebenaran Hakiki

Ladang Informasi - Inti pokok cerita Mahabharata adalah konflik (perang) antara saudara sepupu (Pandawa melawan seratus Korawa) keturunan Bharata. Oleh karena itu Mahabharata disebut juga Maha-bharatayuddha. Konflik antara Dharma (kebenaran/kebajikan) yang diperankan oeh Panca Pandawa) dengan Adharma (kejahatan/kebatilan ) yang diperankan oleh Seratus Korawa.

Dharma merupakan kebajikan tertinggi yang senantiasa diketengahkan dalam cerita Mahabharata. Dalam setiap gerak tokoh Pandawa lima, dharma senantiasa menemaninya. Setiap hal yang ditimbulkan oleh pikiran, perkataan dan perbuatan, menyenangkan hati diri sendiri, sesama manusia maupun mahluk lain, inilah yang pertama dan utama Kebenaran itu sama dengan sebatang pohon subur yang menghasilkan buah yang semakin lama semakin banyak jika kita terus memupuknya.

Panca Pandawa dalam menegakkan dharma, pada setiap langkahnya selalu mendapat ujian berat, memuncak pada perang Bharatayuddha. Bagi siapa saja yang berlindung pada Dharma, Tuhan akan melindunginya dan memberikan kemenangan serta kebahagiaan. Sebagaimana yang dilakukan oleh pandawa lima, berlindung di bawah kaki Krsna sebagai awatara Tuhan. " Satyam ewa jayate " (hanya kebenaran yang menang).

Nilai Kesetiaan / Satya

Cerita Mahabharata mengandung lima nilai kesetiaan (satya) yang diwakili oleh Yudhistira sulung pandawa. Kelima nilai kesetiaan itu adalah : Pertama, satya wacana artinya setia atau jujur dalam berkata-kata, tidak berdusta, tidak mengucapkan kata-kata yang tidak sopan. Kedua, satya hredaya, artinya setia akan kata hati, berpendirian teguh dan tak terombang-ambing, dalam menegakkan kebenaran. Ketiga, satya laksana, artinya setia dan jujur mengakui dan bertanggung jawab terhadap apa yang pernah diperbuat. Keempat, satya mitra, artinya setia kepada teman/sahabat. Kelima, satya semaya, artinya setia kepada janji. Nilai kesetiaan/satya sesungguhnya merupakan media penyucian pikiran. Orang yang sering tidak jujur kecerdasannya diracuni oleh virus ketidakjujuran. Ketidakjujuran menyebabkan pikiran lemah dan dapat diombang-ambing oleh gerakan panca indria. Orang yang tidak jujur sulit mendapat kepercayaan dari lingkungannya dan Tuhan pun tidak merestui. 

Nilai Pendidikan

Sistem Pendidikan yang di terapkan dalam cerita Mahabharata lebih menekankan pada penguasaan satu bidang keilmuan yang disesuaikan dengan minat dan bakat siswa. Artinya seorang guru dituntut memiliki kepekaan untuk mengetahui bakat dan kemampuan masing-masing siswanya. Sistem ini diterapkan oleh Guru Drona, Bima yang memiliki tubuh kekar dan kuat bidang keahliannya memainkan senjata gada, Arjuna mempunyai bakat di bidang senjata panah, dididik menjadi ahli panah.Untuk menjadi seorang ahli dan mumpuni di bidangnya masing-masing, maka faktor disiplin dan kerja keras menjadi kata kunci dalam proses belajar mengajar. 

Nilai Yajna / Koban Suci dan Keiklasan

Bermacam-macam yajna dijelaskan dalam cerita Mahaharata, ada yajna berbentuk benda, yajna dengan tapa, yoga, yajna mempelajari kitab suci ,yajna ilmu pengetahuan, yajna untuk kebahagiaan orang tua. Korban suci dan keiklasan yang dilakukan oleh seseorang dengan maksud tidak mementingkan diri sendiri dan menggalang kebahagiaan bersama adalah pelaksanaan ajaran dharma yang tertinggi (yajnam sanatanam). 

Semoga membantu,, Terima kasih