Pengaruh lapisan karbondioksida terhadap kenaikan suhu bumi disebut

Pemanasan global. Zenius.net

TRENDING | 5 Januari 2022 09:28 Reporter : Khulafa Pinta Winastya

Merdeka.com - Proses pemanasan global terjadi ketika adanya kenaikan suhu bumi yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Adanya pemanasan global tentu sangat mempengaruhi alam dan juga keberlangsungan hidup para makhluk di dalamnya.

Pemanasan global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan. Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2).

Gas karbon dioksida yang menumpuk nantinya akan tertahan di atmosfer. Penumpukan karbon dioksida yang ada pada lapisan atmosfer akan menahan panas dari permukaan bumi untuk keluar, sehingga disebut sebagai efek rumah kaca.

Secara sederhana, efek rumah kaca diartikan sebagai proses pemanasan yang terjadi ketika gas-gas tertentu terperangkap di atmosfer bumi. Hal itulah yang membuat pemanasan global menjadi ancaman serius bagi bumi dan makhluk hidup. Simak ulasannya dilansir dari kemdikbud dan berbagai sumber, Rabu (5/1/2022):

Baca juga:
Menjaga Lingkungan Sekitar dengan Menerapkan 7 Cara yang Perlu Diketahui

2 dari 6 halaman

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa pemanasan global atau global warming adalah fenomena perubahan iklim drastis yang diakibatkan karena kenaikan suhu rata-rata pada atmosfear, laut, dan daratan bumi.

Proses terjadinya pemanasan global secara umum dikarenakan adanya kenaikan suhu bumi yang disebabkan oleh berbagai macam hal. Salah satunya adalah emisi karbon dioksida sebagai efek rumah kaca (ERK) dari aktivitas manusia.

Efek rumah kaca (greenhouse effect) adalah sebuah istilah yang cukup erat kaitannya dengan pemanasan global. Prosesnya mirip seperti rumah kaca yang berfungsi untuk menjaga kehangatan suhu tanaman di dalamnya.

Peningkatan suhu dalam rumah kaca terjadi karena adanya pantulan sinar matahari yang terhalang oleh dinding kaca, maka udara panas tidak dapat keluar (greenhouse effect). Hal itu sama yang terjadi pada pemanasan global. Tumpukkan karbon dioksida yang ada di atmoefer menahan panas keluar sehingga menyebabkan pemanasan global.

Atmosfer bumi terdiri dari sekitar 78 persen nitrogen, 21 persen oksigen, dan 1 persen gas lainnya. Sebagian dari gas-gas tersebut disebut sebagai gas rumah kaca yang meliputi uap air, karbon dioksida, ozon, metana, dan dinitrogen oksida. Gas-Gas inilah yang bekerja sebagai 'selimut' yang menjaga bumi.

Meningkatnya suhu rata-rata permukaan bumi yang terjadi adalah akibat meningkatnya emisi gas rumah kaca. Hal itulah yang membuat adanya pemanasan global yang menyebabkan perubahan-perubahan sistem terhadap ekosistem di bumi, antara lain, perubahan iklim yang ekstrem.

3 dari 6 halaman

Fenomena pemanasan global akibat perubahan iklim yang ekstrem di bumi telah menyebabkan gletser abadi yang berada di kutub utara dan gunung-gunung es yang ada di dunia mencair drastis. Menurut laporan dari NASA, suhu bumi saat ini sudah mencapai 7 derajat celcius lebih panas dibandingkan 5 ribu tahun sebelumnya. NASA juga memprediksi bahwa bumi akan mengalami lonjakan suhu bumi hingga 6 derajat pada abad berikutnya. Ketika suhu bumi naik dan es abadi mencair, maka volume air laut yakan naik dan membuat permukaan laut juga ikut meningkat.Pemanasan global disebabkan karena jumlah karbon dioksida (CO2) yang meningkat. Dalam 200 tahun terakhir, manusia menghasilkan karbon dioksida berlebih. Kita menghasilkan karbon dioksida lewat pembakaran bahan bakar fosil seperti batu bara, minyak, dan gas bumi.

Gas rumah kaca yang makin tebal ini membuat panas matahari lebih banyak terperangkap di bumi. Akibatnya, bumi makin hangat.  Sebenarnya, karbon dioksida sendiri dibutuhkan oleh tanaman untuk melakukan proses fotosintesis. Akan tetapi, karena semakin menipisnya hutan dan lahan hijau membuat kadar CO2  di atmosfer tidak terkendali.

4 dari 6 halaman

Pemanasan global menyebabkan suhu di permukaan bumi meningkat. Suhu bumi yang meningkat berdampak buruk bagi lingkungan dan ekosistem lainnya karena adanya perubahan iklim dunia. Contoh dampak buruk dari pemanasan global adalah curah hujan yang tinggi, kegagalan panen, hilangnya terumbu karang, kepunahan berbagai spesies, hingga penipisan lapisan ozon pada atmosfer bumi.Pemanasan global juga menyebabkan gletser yang ada di kutub mencair. Jika pemanasan terus berlangsung, bukan tak mungkin seluruh es di kutub akan mencair. Akibatnya, volume air akan meningkat dan membuat daratan bisa hilang. Beberapa prediksi menyebut, daratan akan mulai hilang dalam waktu 30 tahun dari sekarang. Jika pemanasan global tak ditekan, manusia akan kesulitan mencari tempat tinggal jika volume air terus meningkat.

5 dari 6 halaman

Pemanasan global terjadi ketika gas hasil efek rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan polutan udara lainnya diserap oleh atmosfer dan dipantulkan balik ke permukaan bumi. Penyebabnya, tentu oleh bebereapa aktivitas manusia, seperti:

1. Penggundulan Hutan (Deforestasi)

Tanaman dan pepohonan sebenarnya memiliki peran penting untuk menyerak gas karbon dioksida (CO2) dan mencegahnya terperangkap di atmosfer. Tanaman membutuhkan CO2 untuk membantu proses fotosintesis dan kemudian mengeluarkan oksigen untuk membantu menetralkan suhu bumi yang memanas.Namun, kini justru banyak orang melakukan pembabatan hutan dan pembukaan lahan. Semakin sedikit lahan hutan yang tersedia, kemungkinan kualitas oksigen di bumi pun makin memburuk. Dan semakin banyak karbon dioksida terperangkap di atmosfer.

2. Emisi Gas dan Bahan Bakar Kendaraan

Pemanasan global juga disebabkan karena emisi gas buang dari kendaraan bermotor.  Gas yang dilepaskan dari proses pembakaran ini melepaskan karbon dioksida dan polutan lainnya, seperti metana dan nitro oksida.

3. Limbah

Limbah juga menjadi salah satu penyebab dari pemanasan global. Contoh gas yang berasal  dari limbah industri dan rumah tangga bisa menjadi penyebab pemanasan global. Selain itu, peran industri peternakan dan agrikultur ternyata juga tak lepas dari penyebab pemanasa global. Limbah yang dihasilkan dari pupuk dan kotoran hewan juga menghasilkan emisi gas berbahaya.

4. Penggunaan Listrik

Pembangkit listrik tenaga petroleum, gas alam, dan batu bara sejauh ini merupakan penghasil emisi gas rumah kaca terbesar kedua setelah industri pabrik.Penggunaan listrik yang boros menyumbang 27,5 persen dari total emisi gas rumah kaca pada tahun 2017.

6 dari 6 halaman

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan manusia untuk mengurangi pemanasan global. Salah satunya ialah dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Sebab, bahan bakar fosil adalah penyebab terbesar tingginya kadar CO2 di bumi.Selain itu, manusia juga harus melakukan reboisasi atau penghijauan kembali hutan yang telah ditebang untuk memperbanyak lahan hijau. Dengan begitu, CO2 akan terserap oleh tumbuhan dan mengurangi dampak pemanasan global.

Kemudian, manusia juga bisa membantu mengurangi pemakaian plastik untuk menghindari tumpukan limbah plastik yang bisa menghasilkan gas metana. Selain itu, limbah plastik akan sulit terurai oleh lingkungan. Mulailah beralih ke bahan yang lebih mudah terurai.

Baca juga:
Menjaga Lingkungan Sekitar dengan Menerapkan 7 Cara yang Perlu Diketahui
Lingkungan Alam Adalah Wilayah yang Terbentuk Karena Proses Alami,Simak Penjelasannya
10 Contoh Melestarikan Lingkungan Sekitar, Bangkitkan Kesadaran Mulai dari Hal Kecil

Jakarta -

Fenomena mencairnya es di kutub adalah salah satu penyebab pemanasan global. Hal ini dapat terjadi oleh beberapa hal. Apa saja?

Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Fenomena ini dipicu oleh kegiatan manusia, terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.

Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer, terutama gas karbon dioksida (CO2) melalui proses yang disebut efek rumah kaca.

Hal ini menyebabkan suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18°C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir.

Intergovernmental Panel on Climate Change atau IPCC memberikan kesimpulan bahwa, "Sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia melalui efek rumah kaca".

Efek rumah kaca atau greenhouse effect adalah suatu istilah yang sangat erat kaitannya dengan pemanasan global. Disebut sebagai efek rumah kaca karena terjadi peningkatan suhu bumi akibat suhu panas yang terjebak di dalam atmosfer bumi.

Proses ini mirip seperti rumah kaca yang berfungsi menjaga kehangatan suhu tanaman di dalamnya. Peningkatan suhu di dalam rumah kaca terjadi karena adanya pantulan sinar matahari oleh benda-benda yang ada di dalam, sehingga terhalang oleh dinding kaca. Maka akibatnya adalah udara panas tidak dapat keluar (greenhouse effect).

Peningkatan suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan besar yang sangat berdampak bagi penduduk bumi.

Diantaranya seperti permukaan air laut naik akibat mencairnya glasier dan es di kutub, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, kegagalan panen, hilangnya terumbu karang, kepunahan berbagai spesies, penipisan lapisan ozon pada atmosfer bumi, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi.

Lalu, apa saja penyebab pemanasan global? Berikut penjelasannya:

1. Gas karbon monoksida meningkat dari asap kendaraan bermotor

Penyebab pemanasan global yang cukup besar adalah kepadatan penduduk dunia yang populasinya kian bertambah. Dengan pertambahan penduduk, jumlah kendaraan bermotor juga akan selalu bertambah.

Akibatnya, kendaraan bermotor mengeluarkan asap yang mengandung gas karbon monoksida. Gas ini sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Selain itu, berbahaya bagi lingkungan karena dapat menjadi penghalang pemantulan panas bumi yang menyebabkan efek rumah kaca.

2. Gas dari industri

Gas buang dari industri juga merupakan salah satu penyebab efek rumah kaca. Gas ini berpengaruh terhadap kehidupan makhluk hidup karena dapat menyebabkan pencemaran udara yang disebabkan oleh asap pabrik yang berlebihan. Pasalnya, asap pabrik mengeluarkan gas yang mengandung karbon dioksida, karbon monoksida, gas metana, dan lain sebagainya.

Klik halaman selanjutnya

Simak Video "2016 Tahun Terpanas di Indonesia, Dekade 2011-2020 Terpanas Bumi"


[Gambas:Video 20detik]