Perbedaan antara pelatihan pendidikan dan pengembangan sdm

1.Ki Hadjar Dewantoro

Tujuan pendidikanadalah untuk mendidik anak agar menjadi manusia yang sempurna hidupnya, yaitu kehidupan dan penghidupan manusia yang selaras dengan alamnya (kodratnya) dan masyarakatnya.

2. Friedrich Frobel

Tujuan pendidikanadalah membentuk anak menjadi makhluk aktif dan kreatif.

Menurut Carrell dan Kuzmits (1982 : 278), tujuan utama pelatihan dapat dibagi menjadi 5 area:
1. Untuk meningkatkan ketrampilan karyawan sesuai dengan perubahan teknologi.
2. Untuk mengurangi waktu belajar bagi karyawan baru agar menjadi kompeten.
3. Untuk membantu masalah operasional.
4. Untuk menyiapkan karyawan dalam promosi.
5. Untuk memberi orientasi karyawan untuk lebih mengenal organisasinya
Menurut Procton dan Thornton (1983 : 4) menyatakan bahwa tujuan pelatihan adalah:
1. Untuk menyesuaikan diri terhadap tuntutan bisnis dan operasional-operasional industri sejak hari pertama masuk kerja.
2. Memperoleh kemajuan sebagai kekuatan yang produktif dalam perusahaan dengan jalan mengembangkan kebutuhan ketrampilan, pengetahuan dan sikap.

1. meningkatkan produktivitas kerjakaryawan pada semua tingkat organisasi. Kegiatan pelatihan, misalnya, sering kali terbukti mampu meningkatkan keterampilan dan motivasi .
2. mencegah keusanganketerampilan pada semua tingkat organisasi. Karena perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta kebutuhan organisasi yang berubah, pada rentang waktu tertentu, keterampilan yang dimiliki karyawan sering menjadi usang atau tidak bisa digunakan lagi.
3. Waktu
Pendidikan
pelatihan
Pengembangan
Butuh waktu yang relative lama
Mulai dari SD :6 tahun
SMP: 3 tahun
SMA:3 tahun
Kuliah S1:4/3,5 tahun
Kuliah D3: 3 tahun
dll

Waktu relative singkat
Waktunya singkat
4. Metode
Pendidikan
Pelatihan
Pengembangan
a. A.Metode Internal Materi
1.1. Metode Induktif
Metode ini bertujuan untuk membimbing peserta didik untuk mengetahui fakta-fakta dan hukum-hukum umum melalui jalan pengambilan kesimpulan atau induksi.
2.2.Metode Deduktif
Metode ini merupakan kebalikan dari metode induktif, dimana perpindahan menurut metode ini dari yang umum kepada yang khusus, jadi metode ini sangat cocok bila digunakan pada pengajaran sains, dan pelajaran yang mengandung perinsip-perinsip, hukum-hukum, dan fakta-fakta umum yang dibawahnya mengandung masalah-masalah cabang. Metode ini sebagai pelengkap dari metode induktif, maka sebaiknya seorang guru menggabungkan diantara dua metode tersebut.
3.3.Metode Dialog (Diskusi)
metode ini biasanya dikemas dalam tanya jawab, hal ini dimaksudkan agar peserta didik dapat memahami materi secara lebih mendalam.
b.Metode Eksternal Materi
1.Metode Teladan
Keteladanan merupakan bahan utama dalam pendidikan, karena mendidik bukan sebatas penyampaian materi saja, melainkan membangun karakter dalam setiap jiwa peserta didik, oleh karena itu pendidik mempunyai tanggung jawab yang tinggi terhadap peserta didik mengenai tingkah laku dan perbuatannya yang dapat dibuat contoh dan di ikutinya.
2.2.Metode Cerita
Metode cerita atau kisah dianggap efektif dan mempunyai daya tarik yang kuat sesuai dengan sifat alamiah manusia yang menyenangi cerita, oleh karena itu Islam mengeksplorasikan cerita menjadi salah-satu tehnik dalam pendidikan
3.3.Metode Pembiasaan
Menjadikan pembiasaan sebagai sebuah metode pendidikan memang sangat tepat, dalam pembiasaan peserta didik tidak dituntut secara serta merta menguasai sebuah materi dan melaksanakannya, memang dalam pemahaman sangat gampang namun dalam pengamalan yang agak sulit untuk terealisasikan, maka dari itu dibutuhkan sebuah proses dalam mencapainya, yaitu, melalui pembisaan.


1.Metode On The Job Training
Prosedur metode ini informal, observasi sederhana dan mudah serta praktis. Pegawai mempelajari pekerjaannya dengan mengamati pekerja lain yang sedang bekerja, dan kemudian mengobservasi perilakunya. Aspek-aspek lain dari on the job training adalah lebih formal dalam format.
2) Metode Vestibule atau balai
Vestibule adalah suatu ruangan isolasi atau terpisah yang disunakan untuk tempat pelatihan bagi pegawai baru yang akan menduduki suatu pekerjaan. Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat cocok untuk banyak peserta (pegawai baru) yang dilatih dengan jenis pekerjaan yang sama dan dalam waktu yang sama. Pelaksanaan metode ini biasanya dilakukan dalam waktu beberapa hari sampai beberapa bulan dengan pengawasan instruktur, misalnya pe;atihan pekerjaan, pengetikan klerek, operator mesin.
3) Metode Demonstrasi dan Contoh
Suatu demonstrasi menunjukkan dan merencanakan bagaimana suatu pekerjaan atau bagaimana sesuatu itu dikerjakan. Metode ini melibatkan penguraian dan memeragakan sesuatu melalui contoh-contoh. Metode ini sangat mudah bagi manajer dalam mengajarkan pegawai baru mengenai aktivitas nyata melaui suatu tahap perencanaan dari “Bagaimana dan apa sebab” pegawai mengerjakan pekerjaan yang ia kerjakan. Metode ini sangat efektif, kaena lebih mudah menunjukkan kepada peserta cara mengerjakan suatu tugas, karena dikombinasikan dengan alat Bantu belajar seperti : gambar-gambar, teks materi, ceramah, diskusi.
4) Metode Simulasi
Metode ini merupakan suatu situasi atau peristiwa menciptakan bentuk realitas atau imitasi dari realitas. Simulasi ini merupakan pelengkap sebagai tehnik duplikat yang mendekati kondisi nyata pada pekerjaan. Metode simulasi yang popular adalah permainan bisnis (bussiness games).
Metode ini merupakan metode pelatihan yang sangat mahal, tetapi sangat bermanfaat dan diperlukan dalam pelatihan.
5) Metode Apprenticeship
Metode ini adalah suatu cara mengembangkan ketrampilan (skill) pengrajin atau pertukangan. Metode ini tidak mempunyai standar format. Pegawai peserta mendapatkan bimbingan umum dan dapat langsung mengerjakan pekerjaannya.
6) Metode Ruang Kelas
Metode ini merupakan metode training yang dilakukan di dalam kelas walaupun dapat dilakukan di area pekerjaan. Metode ruang kelas adalah kuliah, konferensi, studi kasus, bermain peran dan pengajaran berprogram (programmed instruction).

Jelaskan pengertian dan perbedaan pelatihan,pendidikan dan pengembangan SDM?

Jelaskan Pengertian dan perbedaan pelatihan, pendidikan, dan Pengembangan SDM !

Perbedaan Kunci Antara Pelatihan dan Pendidikan

Perbedaan signifikan antara pelatihan dan pendidikan disebutkan dalam poin-poin berikut:

  1. Pelatihan mengacu pada tindakan menanamkan keterampilan khusus dalam diri seseorang. Pendidikan adalah tentang mendapatkan pengetahuan teoretis di ruang kelas atau institusi apa pun.
  2. Pelatihan adalah cara untuk mengembangkan keterampilan khusus, sedangkan pendidikan adalah sistem pembelajaran yang khas.
  3. Pelatihan sepenuhnya didasarkan pada aplikasi praktis, yang bertolak belakang dalam hal pendidikan yang melibatkan orientasi teoretis.
  4. Konsep pelatihan sempit sementara konsep pendidikan relatif lebih luas.
  5. Pelatihan melibatkan pengalaman langsung mengenai pekerjaan tertentu. Di sisi lain, pendidikan melibatkan pembelajaran di kelas.
  6. Jangka waktu pendidikan lebih lama dari durasi pelatihan.
  7. Pelatihan mempersiapkan seseorang untuk pekerjaan saat ini. Sebaliknya, pendidikan mempersiapkan seseorang untuk pekerjaan dan tantangan di masa depan.
  8. Tujuan pelatihan adalah untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas karyawan. Berbeda dengan pendidikan, di mana tujuannya adalah untuk mengembangkan rasa penalaran dan penilaian.
  9. Selama pelatihan, seseorang belajar, bagaimana melakukan tugas tertentu. Berbeda dengan Pendidikan, yang mengajarkan tentang konsep umum.

Kesimpulan

Meskipun dengan lingkungan yang berubah, pendekatan terhadap pelatihan dan pendidikan juga semakin berubah. Biasanya, dianggap bahwa setiap karyawan yang akan mengikuti pelatihan, telah mendapatkan beberapa pendidikan formal. Apalagi benar juga bahwa tidak ada program pelatihan yang dilakukan tanpa pendidikan.

Pendidikan lebih penting bagi karyawan yang bekerja pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan pekerja tingkat rendah. Meskipun pendidikan adalah hal biasa bagi semua karyawan, terlepas dari nilai mereka. Jadi, perusahaan harus mempertimbangkan kedua elemen tersebut, pada saat merencanakan program pelatihan mereka karena ada saat ketika karyawan perlu mengambil keputusan sendiri mengenai pekerjaan mereka, di mana pendidikan sama pentingnya dengan pelatihan.

Perbedaan Pendidikan Dan Pelatihan

administrator 6 January 2022 Pendidikan

Daftar Isi

  • Definisi Pelatihan
  • Definisi Pendidikan
  • Perbedaan Pendidikan Dan Pelatihan
  • Kesimpulan

Perbedaan Pendidikan Dan Pelatihan – Dalam pengertian umum, istilah pelatihan menyiratkan tindakan memberikan keterampilan atau perilaku khusus kepada seseorang, yang biasanya ditawarkan kepada karyawan tingkat operasional.

Tidak persis sama dengan pendidikan, yaitu suatu proses pembelajaran sistematis sesuatu dalam suatu lembaga yang mengembangkan rasa pertimbangan dan penalaran pada karyawan. Ini ditawarkan kepada semua karyawan secara setara, terlepas dari nilai atau level mereka di tangga perusahaan.

Keduanya begitu erat terjalin sehingga seiring berjalannya waktu perbedaan antara pelatihan dan pendidikan semakin kabur. Namun demikian, kedua istilah ini berbeda dalam sifat dan orientasinya.

Baca juga: Perbedaan Digital Nomad dan Freelance

Pekerja, yang mengikuti pelatihan, dalam organisasi, dikatakan telah memiliki beberapa pendidikan dan dengan demikian, tidak ada pelatihan, tanpa pendidikan.

Memahami Perbedaan Pelatihan dan Pengembangan Karyawan

Baik pelatihan maupun pengembangan karyawan, keduanya memberikan pengetahuan praktis untuk menambah kapabilitas karyawan, meningkatkan kinerja karyawan, dan membantu karyawan mengurangi kesalahan dalam bekerja. Keduanya pun dapat diterapkan kepada karyawan yang sudah berpengalaman dalam bekerja, maupun karyawan baru.

Namun, dari beberapa definisi sebelumnya, terlihat perbedaan jelas antara pelatihan dan pengembangan karyawan.

Pelatihan karyawan lebih dimaksudkan untuk meningkatkan penguasaan keahlian karyawan atas pekerjaan tertentu dan yang dia lakukan saat ini. Misalnya pelatihan presentasi, training komunikasi, training for trainers, dan lainnya.

Sementara pengembangan karyawan, lebih pada penyiapan dirinya untuk menguasai keahlian baru karena akan memegang pekerjaan berbeda dan biasanya menuntut tanggung jawab lebih besar.

Seperti diungkapkan Syafaruddin, pelatihan lebih diarahkan pada peningkatan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia (SDM) perusahaan, berkaitan dengan jabatan atau fungsi yang menjadi tanggung jawabnya saat ini. Sasarannya adalah tercapainya peningkatan kinerja individu dalam jabatan atau fungsinya saat ini tersebut.

Sedangkan pengembangan karyawan, sifatnya lebih formal. Pengembangan karyawan ini menyangkut antisipasi kemampuan dan keahlian individu yang harus disiapkan bagi kepentingan jabatan karyawan di masa mendatang. Sasarannya lebih luas daripada pelatihan, yakni peningkatan kemampuan individu untuk mengantisipasi perubahan yang mungkin terjadi tanpa direncanakan.

Tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan

Pelatihan dan pengembangan karyawan tidak hanya bertujuan meningkatkan produktivitas karyawan dan efisiensi. Persaingan bisnis menuntut lebih dari itu. Menambah keterampilan karyawan dan mengasah keahlian yang telah mereka miliki menjadi langkah penting yang harus diambil perusahaan agar bisa bertahan dalam kompetisi.

Berikut ini adalah tujuan pelatihan dan pengembangan karyawan:

1. Meningkatkan produktivitas

Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas perusahaan adalah dengan memanfaatkan teknologi. Kita tahu, teknologi berkembang dengan amat pesat, sehingga pelatihan dan pengembangan karyawan dalam hal penguasaan teknologi terbaru dapat membantu mereka mengejar perkembangan yang cepat itu.

Peningkatan produktivitas juga terjadi ketika karyawan menjadi semakin ahli dalam pekerjaannya. Mereka dapat mengembangkan cara atau metode baru yang membuat mereka mampu menyelesaikan pekerjaan yang sama atau berulang dengan lebih efektif dan efisien.

2. Memperbaiki kualitas

Pelatihan dan pengembangan karyawan tidak hanya akan meningkatkan produktivitas karyawan, melainkan juga membantu mereka memberikan layanan atau menghasilkan produk yang lebih baik. Kualitas yang lebih baik ini pada akhirnya akan mempertahankan klien/pelanggan dan menggaet klien/pelanggan baru.

3. Mengurangi waktu belajar karyawan

Ketika karyawan mengikuti program pelatihan dan pengembangan secara rutin, kemampuan mereka bertambah secara bertahap. Karyawan dengan kemampuan yang mumpuni dan terus terasah akan lebih cepat dalam mempelajari dan mempraktikkan hal-hal baru. Semakin lemah kemampuan ini, semakin sulit pula bagi mereka untuk belajar.

Semakin cepat karyawan menguasai hal-hal baru, artinya semakin besar pula kesempatan bagi perusahaan untuk menjadi yang terdepan dalam persaingan bisnis.

4. Meningkatkan retensi karyawan

Perusahaan akan berkembang baik, jika mampu mempertahankan karyawan-karyawannya dalam waktu cukup lama. Merekrut SDM baru akan lebih membutuhkan waktu daripada memberikan pelatihan dan pengembangan kemampuan karyawan yang sudah ada.

Meski sama-sama mengeluarkan biaya, akan lebih hemat dan menguntungkan bagi perusahaan untuk melatih dan mengembangkan karyawan yang sudah ada daripada melatih dan mengembangkan karyawan baru.

Pelatihan dan pengembangan karyawan juga membantu karyawan untuk lebih percaya diri. Mereka akan lebih betah bekerja di perusahaan pula karena mengangap perusahaan peduli akan kebutuhan mereka, terutama kebutuhan akan keterampilan yang mereka perlukan dalam menjalankan pekerjaan mereka,

5. Transfer keahlian dan kaderisasi

Karyawan pada suatu saat akan memasuki usia pensiun. Pelatihan dan pengembangan karyawansecara berkala memberikan kesempatan bagi karyawan-karyawan senior untuk meneruskan ilmu, keterampilan, atau keahlian kepada junior-junior mereka.

Untuk transfer keahlian ini dapat juga dilakukan Training for Trainers di mana perusahaan melatih karyawan terbaik untuk menjad trainer handal buat teman-temannya yang lain.