Tiga contoh kelompok sosial berdasarkan kesamaan suku

Kelompok terdiri dari kumpulan beberapa individu yang saling berinteraksi satu sama lain. Kumpulan individu ini bisa meningkatkan hubungan lebih dekat dan menjalin kerjasama. Dari penjelasan tentang kelompok muncul istilah kelompok sosial, karena manusia tidak lepas dari hubungan orang lain.

Kelompok sosial adalah suatu himpunan individu yang berhubungan dan mempengaruhi satu sama lain. Kelompok ini membentuk kesadaran dan hubungan timbal balik untuk saling menolong.

Terbentuknya kelompok sosial terjadi karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap individu membutuhkan orang lain untuk mencapai sebuah tujuan. Dasar pembentuk kelompok sosial ini karena ingin mengembangkan pribadi, membutuhkan rasa aman, dan meningkatkan efisiensi kerja.

Baca Juga

Kelompok adalah kesatuan manusia yang hidup bersama dan saling berhubungan. Dari hubungan ini kemudian menghasilkan pengaruh dan timbal balik.

Paul B. Horton dan Chester Chester L.

Arti kelompok sosial adalah kumpulan manusia yang memiliki kesadaran akan keanggotaan dan saling berinteraksi.

George Homans

Kelompok ini merupakan sekumpulan individu yang saling berinteraksi, bertukar kegiatan, dan memiliki perasaan untuk berhubungan.

Advertising

Advertising

Kelompok sosial adalah sekelompok orang yang berinteraksi sesuai pola-pola yang sudah matang.

Mac Iver dan Charles H. Page

Kelompok sosial merupakan kesatuan-kesatuan manusia yang hidup bersama.

Goodman

Menurut Goodman, kelompok sosial terdiri dari dua orang atau lebih yang mempunyai kesamaan identitas untuk berinteraksi satu sama lain.

Kesimpulannya, kelompok sosial adalah himpunan manusia yang saling berhubungan timbal balik satu sama lain. Kelompok ini membentuk struktur sesuai dengan pola yang telah matang.

Ciri Ciri Kelompok Sosial

Kelompok sosial bisa ditemukan di lingkungan, sekolah, dan tempat kerja. Mengutip dari buku Sosiologi kelas XI, berikut ciri-ciri kelompok sosial:

  1. Terdiri dari dua orang atau lebih.
  2. Memiliki minat dan kepentingan bersama.
  3. Adanya komunikasi dan kaidah yang mengatur.
  4. Dorongan atau motivasi antar individu satu dengan yang lain.
  5. Interaksi ini berdasarkan rasa dan kecakapan yang berbeda antara individu yang terlibat.
  6. Penegasan dan pembentukan struktur organisasi kelompok jelas dan memiliki peranan masing-masing.
  7. Pemakaian norma sebagai tingkah laku anggota kelompok, berguna untuk mengatur interaksi dan tujuan bersama.
  8. Berlangsungnya suatu kepentingan.
  9. Adanya pergerakan dinamis.
  10. Interaksi antar individu berlangsung dalam jangka waktu tertentu.
  11. Jika ada suatu kejadian pada individu dalam kelompok, maka kejadian tersebut akan mempengaruhi individu yang lain.
  12. Tiap individu punya tanggung jawab masing-masing dari peran, fungsi, dan kedudukan di kelompok sosial.
  13. Adanya faktor tujuan, cita-cita, dan nasib bersama.

Baca Juga

Ada empat faktor pembentuk kelompok sosial yaitu faktor darah, geografis, kepentingan, dan daerah asal. Berikut penjelasannya:

Kelompok sosial ini dibentuk dari kesamaan darah atau keturunan. Contohnya saja kelompok keluarga besar.

Kelompok sosial dibentuk dari jalinan komunikasi yang perlahan membangun ikatan. Misal sekelompok orang yang tinggal di tepi pantai membentuk kelompok pelayan dan kelompok petani dibentuk dari orang-orang yang bekerja di sawah.

Adanya kesamaan kepentingan para anggota memungkinkan membentuk kelompok sosial. Faktor kepentingan ini seperti kelompok seniman, kelompok disabilitas, dan kelompok intelektual.

Pertemuan antar individu yang berasal dari daerah asal bisa mendorong terbentuknya kelompok sosial. Contohnya kelompok mahasiswa membentuk organisasi di kota dia kuliah. 

Jenis Jenis Kelompok Sosial

Berdasarkan jenisnya, kelompok sosial dibagi menjadi dua yaitu kelompok sosial teratur dan tidak teratur.

Kelompok Sosial Teratur atau Terikat

Kelompok ini terdiri dari anggota yang saling mengenal satu sama lain, misalnya anggota keluarga besar.

Berkaitan dengan interaksi dan hubungan kelompok yang tidak bersifat kekeluargaan, sifatnya lebih objektif. Contohnya kelompok keamanan di komplek perumahan.

Himpunan antar individu ini dibentuk dari perasaan sangat kuat seperti solidaritas, kerjasama, dan berkorban.

Kelompok ini menjalin kontak dan komunikasi sehingga hubungan terjalin karena rasa simpati.

Suatu kelompok yang mempunyai aturan dan tugas yang mengikat antar anggota. Contoh kelompok formal yaitu lembaga pendidikan, lembaga keamanan, unit kepolisian, dan partai politik.

Terbentuknya himpunan karena pertemuan yang berlangsung berulang-ulang. Anggota punya pengalaman dan kepentingan yang sama. Misal anggota OSIS, kelompok arisan, dan kelompok himpunan mahasiswa.

Paguyuban terdiri dari anggota yang terikat hubungan batin dan rasa persatuan. Hubungan ini dapat ditemukan dalam kelompok rukun tetangga dan rukun warga.

Patembayan dibentuk dari hubungan yang bersifat jangka waktu pendek dan tidak ada struktur yang mengikat. Contohnya ikatan antar pedagang dan organisasi dalam suatu perkumpulan.

Baca Juga

Kelompok ini dibentuk karena kumpulan manusia yang berada di satu tempat dan sifatnya sementara. Contohnya orang yang antre menunggu bus, membeli karcis.

Kelompok ini saling terhubung karena memiliki pengikut yang luas dan media komunikasi, tetapi sifatnya tidak selamanya. Contohnya pemungutan suara, pemilihan umum, pembicaraan di media massa.

Massa adalah kumpulan orang yang dibentuk dari berbagai macam identitas seperti pendidikan, status sosial, pekerjaan, dan agama. Contohnya orang-orang yang berkumpul untuk demonstrasi.

Pada dasarnya, setiap individu merupakan bagian dari kelompok sosial. Peran kelompok sosial bagi kehidupan manusia sangatlah penting. Tanpa kita sadari ada banyak bentuk-bentuk kelompok sosial disekitar kita [yang akan kita bahas nanti satu persatu].

Jadi, apakah arti sebenarnya dari kelompok sosial? Kelompok sosial merupakan sekumpulan individu dengan karakteristik tertentu dan kesamaan identitas yang saling berinteraksi bersama serta memiliki kesadaran kolektif sebagai satu kesatuan.

Ilustrasi Kelompok Sosial
Sumber gambar: tuko.co.ke

Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya: Globalisasi

Perubahan Sosial

Ciri-ciri Kelompok Sosial

Apakah sekumpulan orang yang saling berinteraksi pasti merupakan kelompok sosial? Perlu diketahui bahwa sekumpulan orang yang saling berinteraksi bersama tidak serta merta dapat kita anggap sebagai kelompok sosial. Terdapat beberapa ciri-ciri dari kelompok sosial, yaitu:

  1. Individu yang berinteraksi mengidentifikasi dirinya sebagai anggota kelompok serta memiliki kesadaran bahwa ia merupakan bagian dari kelompok;
  2. Pihak luar mendefinisikan individu yang berinteraksi sebagai anggota kelompok;
  3. Terdapat hubungan yang sifatnya timbal balik. Artinya, dalam proses interaksi sehari-hari, baik itu indivdu maupun kelompoknya dapat saling mempengaruhi satu sama lain;
  4. Memiliki norma dan nilai yang disepakati bersama sebagai pengikat dalam bersikap dan bertingkah laku antar sesama anggota kelompok sehingga timbul kesamaan pola perilaku;
  5. Memiliki rasa kebersamaan dan solidaritas;
  6. Memiliki kesamaan motif, visi dan tujuan;
  7. Bersistem dan berproses. Dalam kaitan ini, kelompok sosial terbentuk dalam jangka waktu tertentu dan sebagai konsekuensi dari interaksi dan aktivitas yang dilakukan secara terus-menerus.

Syarat Terbentuknya Kelompok Sosial

Sekumpulan orang dapat disebut sebagai kelompok sosial apabila memenuhi 3 syarat utama berikut:

  • Setiap anggota kelompok menyadari bahwa ia merupakan bagian dari kelompoknya;

Perlu digarisbawahi bahwa dalam setiap kelompok terdapat pola hubungan timbal balik. Arti hubungan timbal balik yaitu tiap-tiap anggota saling berinteraksi secara sadar sebagai upaya untuk mencapai tujuan atau memenuhi kebutuhan tertentu.

  • Setiap anggota kelompok memiliki kesamaan latar belakang atau karakterisitk;

Antara anggota kelompok sudah pasti memiliki kesamaan tujuan yang sama bukan? Nah begitu pun juga dengan latar belakangnya masing-masing anggota. Mereka cenderung membentuk pola interaksi yang lekat karena memiliki kesamaan pengalaman serta dihadapkan pada suatu masalah yang sama.

  • Terdapat struktur, norma dan pola perilaku;

Suatu kelompok tentunya memiliki ciri khusus yang menjadikannya berbeda dengan kelompok yang lain. Struktur dan norma kelompok merupakan elemen pembeda yang penting. Setiap kelompok memiliki norma/aturan yang berisi kaidah-kaidah yang bersifat mengatur perilaku para anggotanya hingga akhirnya terbentuklah pola perilaku tertentu yang menjadi ciri khas kelompok tertentu.

Faktor Utama Pembentuk Kelompok Sosial

Berbagai kelompok sosial hadir dalam masyarakat kita karena pada dasarnya manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk dapat bertahan hidup. Kelompok sosial telah menandai perkembangan kehidupan masyarakat kita sehari-hari. Dalam hal ini, terdapat faktor-faktor yang melatarbelakangi pembentukan kelompok sosial, yaitu kesadaran kolektif, kesamaan karakteristik serta adanya tujuan yang ingin dicapai bersama.

Jenis dan Contoh Kelompok Sosial

Terdapat banyak sekali jenis-jenis kelompok sosial dalam masyarakat yang tanpa kita sadari kita merupakan salah satu anggota kelompok sosial tersebut. Berikut merupakan beberapa tipe kelompok sosial yang terbagi berdasarkan keriteria tertentu, yaitu:

Jenis Kelompok Sosial berdasarkan Kepentingan dan Wilayah

Sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu kesatuan wilayah tempat tinggal dan memiliki kepentingan bersama disebut sebagai komunitas. Cakupan wilayah tempat tinggal komunitas ada yang sempit/terbatas dan ada yang sangat luas. Anggota komunitas disatukan oleh ikatan emosional atau perasaan saling memiliki dan sepenanggungan. Adanya ikatan emosinal pada akhirnya memunculkan solidaritas antar anggota kominitas

Terdapat empat contoh kelompok berdasarkan kepentingan dan wilayah, yaitu:

  • Suku/Kelompok Etnik => Merupakan sebuah komunitas yang anggotanya memiliki ciri-ciri khusus yang membedakannya dengan masyarakat umum. Sebagian besar suku / kelompok etnik merupakan kelompok minoritas. Suku/kelompok etnik terbentuk akibat dari adanya migrasi, perang, perbudakan atau perubahan batas wilayah politik. Contoh suku-suku di Indonesia yaitu suku Dayak, suku Baduy, dsb.
  • Bangsa => Merupakan suatu komunitas dalam cakupan yang sangat luas dan memiliki anggota yang sangat banyak. Anggota suatu bangsa memiliki kesamaan bahasa, sejarah dan kebudayaan. Hal yang terpenting adalah tiap anggota bangsa harus memiliki kesadaran sebagai bagian dari suatu bangsa. Sebagai contoh, dalam wilayah kesatuan Nusantara yang terdiri dari ribuan pulau, lahir bangsa Indonesia yang terbentuk atas dasar kesepakatan anggotanya untuk merdeka dan hidup bersatu.
  • Desa => Merupakan komunitas tempat tinggal penduduk dengan ciri khusus berupa adanya sikap kekeluargaan yang tinggi dan aktivitas ekonomi yang berpusat pada sektor agraria / pertanian. Dari segi cakupan wilayah dan jumlah anggotanya, desa cenderung memiliki luas wilayah yang terbatas serta jumlah penduduk relatif sedikit.

Sumber gambar: nationsencyclopedia.com

  • Kota => Merupakan suatu komunitas tempat tinggal dengan jumlah penduduk yang relatif banyak. Ciri khusus kota yaitu masyarakatnya bersifat heterogen [beragam], baik itu dari segi pekerjaan, tingkat pendidikn, latar belakang budaya serta agama dsb.

Jenis Kelompok Sosial Berdasarkan Sikap Anggota

Dalam membahas kelompok sosial yang beragam terdapat kelompok yang terbentuk berdasarkan kesamaan sikap antar anggota kelompok. Dalam hal ini terdapat dua bentuk kelompok sosial berdasarkan kesamaan sikap anggotanya, yaitu:

  • Kelas sosial => Merupakan sekelompok orang dengan posisi/ tingkat kedudukan yang sama. Kelas sosial diukur berdasarkan kekayaan, tingkat pendidikan, jabatan seseorang dsb.

Sumber gambar: vectorstock.com

  • Kelompok sosial => Merupakan sekelompok orang yang memiliki asal-usul, golongan atau ciri-ciri fisik yang sama. Bentuk-bentuk kelompok sosial ini terbagi kedalam kelompok etnisitas, ras, agama dan gender.

Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang memiliki ciri khas tersendiri karena dibentuk atas dasar keturunan, yaitu:

    • Kasta => Merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan ikatan kelahiran. Setiap kasta memiliki tradisi dan ritual tersendiri. Kasta merupakan tipe kelompok yang tertutup, dalam artian bahwa interaksi antar individu yang berbeda kasta sangat dibatasi. Sebagai contoh, di India, sistem kasta terbagi menjadi empat tingkatan yaitu Brahmana, Ksatria, Vaisya dan yang terbawah adalah Sudra.
    • Bangsawan => Merupakan kelompok yang terbentuk berdasarkan ikatan kelahiran dari keluarga kerajaan. Sebagai contoh pada masyarakat Jawa kita mengenal sebutan kaum priyayi, yaitu para keturunan raja yang terpelajar. Para priyayi menduduki posisi sosial tinggi dalam masyarakat dengan menduduki berbagai jabatan pemerintahan.

Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang bersifat teratur:

  • Gemeinschaft [Paguyuban] => Paguyuban memiliki ciri ikatan batin yang murni atau organik, yang artinya kelompok diibaratkan seperti organ manusia yang tercipta dengan fungsinya masing-masing serta saling membutuhkan dan berkaitan satu sama lainnya. Contoh paguyuban adalah keluarga serta kerabat dekat.

Sumber gambar: family.lovetoknow.com

  • Gesselschaft [Patembayan] => Adapun patembayan memiliki ciri ikatan batin yang mekanis, yakni kelompok yang terbentuk atas dasar visi/tujuan bersama. Contoh patembayan adalah partai politik, komunitas pecinta kucing, persatuan buruh, dan lain sebagainya.

Terdapat dua bentuk kelompok sosial yang bersifat tidak teratur, yaitu:

  • Kerumunan => Merupakan sekumpulan orang yang berada di suatu tempat tanpa pola hubungan yang tetap/ajeg. Kerumunan memiliki kepentingan yang bersifat terbatas, sementara dan tidak terorganisir. Contoh kerumunan misalnya penumpang pesawat dan penonton konser. Terdapat sekumpulan orang di suatu tempat tertentu dimana komunikasi mungkin terjadi namun tidak ada pola hubungan. Ketika individu sudah sampai tujuan atau konser berakhir maka anggota kerumunan akan bubar dengan sendirinya [tidak ajeg].

Sumber gambar: en.rockcontent.com

  • Publik => Merupakan kumpulan individu dalam skala luas yang berinteraksi melalui perantara atau alat-alat komunikasi. Publik merupakan kelompok yang tidak berupa kesatuan karena tidak terjadinya interaksi yang sifatnya langsung. Sebagai contoh yaitu para pemirsa televisi [perantara TV], pendengar radio [perantara radio] serta pembaca surat kabar [perantara surat kabar].

Referensi:

Suhardi dan Sinarti, Sri. 2009. Sosiologi 2 untuk SMA/MA Kelas XI Program IPS. Diakses dari bsd.pendidikan.id Sukardi, Joko Sri dan Arif Rohman. 2009. Sosiologi. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan

Types of Social Groups, diakses dari courses.lumenlearning.com

Kontributor: Sabrina Burhanudin, S.Sos.
Alumni Sosiologi FISIP UI

Video yang berhubungan